![]() |
| Foto : Nitizen dan mantan Ketua PWI Jombang, Jalaludin Hambali saat didapuk menjadi narasumber. (rahmat/bejo.net) |
Pelajar Bicara Media Pembangun Karakter
Dolanan tradisional lompat tali ( karetan )
![]() |
| Permainan tradisional anak lompat tali / karetan |
Kirab Besutan Hingga Sulap Meriahkan ½ Abad SMAM 1 Jombang
Itulah suasana reuni akbar yang bertepatan dengan setengah abad SMA Muhammadiyah 1 Jombang. Di awali dengan kirab pendidik dan tenaga pendidik menggunakan kesenian asli Jombang yakni Besutan. Ditambah beberapa kelompok ektra kulikuler juga ingin unjuk gigi dengan menunjukan kepiawaian masing-masing.
Lebih kurang 800 kursi yang disediakan panitia hampir terpenuhi. Selain panggung utama yang telah silih berganti memberikan suguhan. Terlihat peserta juga asyik mengingat kenangan di sekolah yang mulai berdiri tahun 1962 tersebut.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Arif Kuswira menuturkan, “Reuni akbar diselenggarakan selain menyambung silahturahmi juga ingin mengajak alumni untuk bersama-sama mengembangkan sekolah.”
Benar saja, seusai santab siang bersama ala pesta taman. Sebagian alumni yang mewakili angkatannya masih tetap tinggal. Mereka (peserta) diajak untuk saling memberikan usulan dalam mengembangkan sekolah. Terlebih rencana kedepan SMA Muhammadiyah 1 Jombang akan menggunakan gedung baru yang masih dalam proses pengerjaan di Jalan Kapten Tendean Jombang.
“Bagi kami kontribusi alumni sangatlah penting. Selain mengembangkan sekolah nantinya, semoga mampu menjadi wadah yang bermanfaat,” ucap Kepala SMA Muhammadiyah 1 Jombang, Fatkhurrohman dalam pembukaan reuni akbar.
SMA Muhammadiyah 1 Jombang sengaja membangun gedung baru untuk merealisasikan program-program pendidikan yang telah disusun. Selain pembinaan secara akademik diberikan secara intensif kepada peserta didik. Nantinya penguatan sendi agama juga dikokohkan. Dengan demikian, lulusan di SMA Muhammadiyah mampu berdaya saing unggul dalam bidang akademik serta religius.(lar)
Jombang Siap Gelar UN SMP/MTs
JOMBANG - Kabupaten Jombang siap melaksanakan Ujian Nasioan (UN) jenjang pendidikan menengah pertama yakni SMP/MTs, Whutso dan Paket B. Kesiapan tersebut seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Muntholib terlihat dari seluruh koordinasi ditingkat panitia sudah dilakukan. Ditaranya alur pendistribusian soal UN yang menjadi sentral.
"Kalau tingkat SMA/SMK Sederajat terjadi kesalahan soal listening, itu merupakan kesalahan pusat," imbuhnya.
Sementara Polres Jombang dengan tegas siap memberikan pelayanan dan pengawalan dalam pendistribusian soal. Mulai di Provinsi hingga ke Kabupaten/Kota. Bahkan hingga menjaga kelayakan soal jangan sampai mengalami kerusakan selama perjalanan tersebut.
Hal ini disampaikan dalam pengukuhan dan penandatanganan pakta integritas pada hari Sabtu (19/4) di Aula SMA Negeri 3 Jombang antara Dinas Pendidikan, Kantor Kementrian Agama, Polres Jombang dan Panitia Pelaksana. (Lar)
Buku Berbau ISIS Beredar di Sekolah Jombang
Menyusupnya materi radikal itu tak urung membuat resah para guru agama. Salah satunya di SMA Negeri 1 Jombang. Sekolah tersebut menerima buku PAI kelas XI belum lama ini. Buku tersebut diterbitkan oleh MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). "Buku yang berisi lembar kerja itu juga sudah kita bagikan kepada siswa," ujar Mukani, guru PAI di SMA Negeri 1 Jombang, Kamis (19/3/2015).
Mukani menjelaskan, pada halaman 78 terdapat materi yang mengajarkan faham yang biasan dianut oleh kelompok garis keras seperti ISIS. Yakni boleh membunuh orang musyrik. Bukan itu saja, pada bagian lain juga terdapat materi yang mengarah intoleransi. Semisal mengharamkan tradisi yang selama ini berkembang di kalangan muslim Indonesia. Semisal soal tawasul dan syafaat itu yang memberi hanya Allah, bukan lainnya.
Mukani menambahkan, meski buku PAI itu menjadi kontroversi, namun pihak Dinas Pendidikan (Disdik) setempat belum melakukan langkah tegas. Yakni menarik buku PAI tersebut dari peredaran. "Karena belum ditarik oleh Disdik, maka kami tetap menggunakan buku PAI tersebut untuk mengajar. Namun demikian, untuk halaman 78 tetap kita hindari," ujar alumni Ponpes Seblak Kecamatan Diwek Jombang ini.
Mukani dan guru lainnya berharap, Disdik segera menarik buku PAI tersebut dari seluruh sekolah. Jika tidak, mereka khawatir materi tersebut menyesatkan dan menumbuhkan sikap intoleransi. "Minimal harus ada revisi pada halaman 78," ujarnya.Ony
Kelas Inspirasi, Membangun Mimpi Anak Negeri
Kelas Inspirasi adalah salah satu program dari Indonesia Mengajar. Kelas Inspirasi sendiri dikhususkan untuk menjadi wadah bagi para profesional di bidang masing-masing untuk sehari kembali ke sekolah berbagi inspirasi dengan menceritakan profesi mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk membuat para generasi muda kita, khususnya anak-anak SD untuk berani bermimpi setinggi mungkin sesuai dengan minat mereka masing-masing.
Kelas Inspirasi awalnya hadir hanya di Jakarta tahun 2012 lalu. Namun, setelah melihat animo dan semangat yang begitu tinggi untuk juga menggelar kegiatan serupa, maka Kelas Inspirasi juga diadakan di beberapa kota lain. Tahun ini, Kelas Inspirasi salah satunya dilaksanakan serentak di 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur pada tanggal 29 September 2014. Kabupaten Jombang, merupakan salah satu Kabupaten yang menyelenggarakan Kelas Inspirasi.
Kelas Inspirasi Jombang diadakan di SDN Watudakon 1 Kesamben, SDN Manduro 1 Kabuh, SDN Sumberaji 1 Kabuh dan SDN Nglebak Bareng. Para profesional yang mengisi kegiatan ini terdiri dari berbagai macam profesi. Mulai dari Dosen, Seniman, Penyiar Radio, Petugas PMK dan masih banyak lainnya. Murid kelas 4, 5 dan 6 pun sangat antusias mendengarkan cerita-cerita dari para profesional. Bahkan, guru-guru SD tempat diadakannya Kelas Inspirasi Jombang berharap, agar tahun depan kegiatan ini bisa diadakan kembali di sekolahnya.
Mari kita bersama membangun mimpi anak negeri. Jika bukan kita yang peduli terhadap generasi penerus bangsa, lalu siapa lagi? (fir)
Guru Sertifikasi Harus PLPG Lagi
Mendikbud Sidak K-13 di Jombang
Rintihan Tangis, Warnai Doa Bersama UN
Doa Besama, Asyik Bercanda
![]() |
PELAJAR yang tidak fokus mengikuti doa bersama memilih bercanda dengan sesama.
FOTO: Munthis Stanislavsky.
|
Anton Wahyudi, Penjual Nasgor Jadi Dosen
![]() |
Anton Wahyudi bersama gerobak nasi goreng miliknya.
Rahmat Sularso Nh./bejo.net
|










