mas darji template
Headlines News :

Advertising

Mengenakan Sarung, Presiden Jokowi Buka Muktamar NU

Bersarung, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) membuka Muktamar NU 33 di aloon-aloon Jombang, Sabtu (1/82015). (Foto : Luhur Wahyu W)


Jombang - beritajombang.net - Presiden RI Ir H Joko Widodo secara resmi membuka perhelatan Muktamar ke-33 NU. Pembukaan yang terpusat di Alun-alun Jombang ini, Jokowi yang didampingi Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Rais Aam KH Mustofa Bisri, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Gubernur Jawa Timur.

Dia pun mengucap basmalah untuk membuka secara resmi Muktamar NU yang untuk ke-12 kalinya diselenggarakan di wilayah Jawa Timur ini.

Jokowi yang hadir didampingi Ibu Negara Iriana ini mengatakan, bahwa sebagai organisasi sosial keagamaan terbesar, peran NU selalu dinantikan. “Baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya, Sabtu (1/8).

Acara pembukaan ini dihadiri oleh para pejabat tinggi negara, Menteri Kabinet Kerja, para pengasuh pondok pesantren tempat lokasi Muktamar, ulama dan kiai sepuh NU, jajaran pengurus Syuriyah, Tanfidziyah, Mustasyar, ‘Awan PBNU, ribuan peserta Muktamar, Mufti dan Kedubes negara-negara sahabat.

Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan Orkestra Bintang 9 yang dipandu oleh paduan suara 1000 santri dan musik religi. Dan ditutup dengan pesta kembang api.(lw2)

Sumber : nu.or.id

Pawai Budaya Meriahkan Pra Muktamar NU

Salah satu peserta pawai budaya  pra Muktamar NU (Foto : Luhur Wahyu)


Jombang - Beritajombang.net -  Menyambut penyelenggaraan Muktamar Ke-33 NU di Kabupaten Jombang, Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Jombang menggelar Pawai budaya Pra-Muktammar yang diikuti seluruh badan otonom (banom) NU.

Pantauan Beritajombang.net, pawai yang diikuti 10 dokar dan satu kereta kencana tersebut dimulai pada pukul 13.00 WIB. sejumlah banom NU yang terlibat pawai itu yakni GP Ansor Jombang, Banser, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Fatayat NU, Ikatan Pelajar Putra-Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), serta sejumlah banom lainnya. Keberangkatkan peserta pawai dilepas Bupati Jombang Nyono Suherly.

Ketua PC GP Ansor Jombang Zulfikar Damam Ikhwanto mengatakan, pawai ini merupakan rangkaian kegiatan menuju acara puncak yakni Muktamar Ke-33 NU. Selain sejumlah banom, pawai juga diikuti berbagai perkumpulan seni budaya dari masyarakat Jombang. Di antaranya, Republik Patrol, Kesenian Jaranan, serta Barongsai.

"kami masyarakat Jombang menyambut gembira dengan adanya Muktamar Ke-33 NU yang digelar di Jombang. Selain itu, penyelenggaraan hari ini juga menjadi pesan bahwa masyarakat sudah siap menyukseskan agenda muktamar," kata Zulfikar, Sabtu (25/7/2015).

Seperti diketahui, Muktamar Ke-33 NU digelar di Jombang. Pelaksanaan muktamar dipusatkan di Alun-alun Jombang. Sementara peserta muktamar dan agenda sidang-sidang komisi berada di empat pondok pesantren (ponpes) di Jombang yakni Ponpes Bahrul Ulum Tambak Beras, Ponpes Darul Ulum Rejoso, Ponpes Maba'ul Ma'arif Denanyar, dan Ponpes Tebuireng Cukir. Pembukaan Muktamar akan digelar pada 1 Agustus 2015 oleh Presiden Joko Widodo. (Ony)

Sopir Bus Mogok Beroperasi Puluhan Penumpang Jurusan Jombang - Malang - Tuban Terlantar

Penunpang bus jurusan Malang - Tuban terlantar di terminal Kepuhsari Jombang akibat sopir bus mogok beroperaai (foto:Luhur Wahyu)


Jombang - Beritajombang.net -  Penumpang bus jurusan Jombang - Malang - Tuban terlantar akibat aksi mogok para sopir, yang sempat terjadi dari pukul 06.00 hingga pukul 09.00 WIB.

Seorang calon penumpang Ahmad Suharto (40), terlantar di terminal Kepuhsari Jombang lantaran aksi mogok sopir buskeberangkatannya ke Malang akibat peristiwa ini.

"Saya sudah menunggu hampir dua jam namun tidak ada bus yang berangkat," ucap warga Diwek yang telah menunggu dari pukul 07.00 itu, Selasa (21/7/2015).

Sementara itu, seorang sopir bus jurusan Jombang - Malang - Tuban, Joko Susanto mengakui dirinya dan teman sekerja memang sempat mogok.

Hal itu karena telah terjadi pelanggaran oleh salah satu bus cepat dengan jurusan yang sama dalam urusan penumpang.

"Seharusnya bus jurusan yang sama tidak boleh menaikan penumpang di jalan (Malang - Jombang - Tuban), namun kenyataanya mereka melanggar perjanjian, bahkan tarif bus Cepat tersebut sama dengan tarif bus biasa" kata Joko.

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, Eko Sulistiono Kabid LLAJ membenarkan kejadian itu. Eko menghimbau supaya aksi mogok dihentikan dan meneruskan perjalanan mengingat masih kondisi arus mudik. Untuk mengatasi hal tersebut pihaknya menggandeng pihak kepolisian untuk mengkondiaisikan situasi di terminal Jombang.

"Antisipasinya ke depan, kami akan berusaha mengumpulkan para operator bus dan Organda untuk membahas hal tersebut," tuturnya.(lw2)

Bisa Angkut Mobil, Pemudik Memilih Perahu Tambang Untuk Hindari Macet


Untuk memangkas jarak tempuh pemudik memilih moda transportaai alternatif berua perahu tambang untuk memotong jarak tempuh dari Nganjuk menuju Jombang.(Foto : Rony Suhartomo)

Jombang - Beritajombang.net - Untuk terhindar dari kemacetan panjang, pemudik yang melewati kawasan Jombang yang mengambil jalur alternatif Nganjuk - Jombang via Jatikalen lebih memilih naik perahu tambang. Bukan hanya pengendara sepeda motor, pengemudi mobil juga ikut menyeberangi Sungai Brantas menggunakan perahu tambang. Selain menghindari macet, rute tersebut juga untuk memotong jalur agar lebih cepat sampai di tempat tujuan. Pemandangan itu terlihat di penyeberangan Sungai Brantas Desa/Kecamatan Megaluh. Mayoritas pengendara yang menggunakan jasa  penyeberangan perahu itu hendak menuju daerah Kabupaten Nganjuk, Madiun, dan sekitarnya. ”Biasanya  yang  melintas di sini, mereka yang sudah tahu sebelumnya, tidak tiba-tiba karena arahan polisi,”  ujar Heri Widianto, 30, nahkoda perahu kepada  Berita Jombang, Senin (20/7) kemarin. Perahu kayu bertenaga diesel itu bisa ditumpangi lima mobil dan 10 hingga 15 sepeda motor. Begitu muatan penuh, perahu tersebut langsung bergerak perlahan membelah Sungai Brantas. Dari kawasan Megaluh, perahu sederhana itu menyeberang memasuki wilayah Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk. Begitu juga sebaliknya, dari wilayah Nganjuk, perahu juga membawa  penumpang ke  kawasan Megaluh.  ”Kalau  hari-hari biasa, setiap harinya  sepeda motor yang menggunakan jasa perahu biasanya sekitar 250 pengendara. Sedangkan mobil berkisar seratusan. Untuk saat ini, meningkat hingga 500 hingga 600 pengendara sepeda motor dan 200 mobil setiap harinya,”  jelasnya.(ony)

Pemudik Mulai Padati Stasiun Jombang Tujuan Bandung dan Jakartam

Pada H+3 lebaran terjadi lonjakan penumpang di stasiun Jombang


Jombang - Beritajombang.net - Penumpang Kereta api tujuan Jakarta dan bandung mulai memadati stasiun Jombang, Jawa Timur. Diperkirakan 1500 penumpang akan berangkat dari stasiun ini.
Kepala stasiun jombang Radne Anyarso Tulad mengatakan terjadi lonjakan penumpang sebesar 50 persen dari tahun sebelumnya." Jika pada tahun sebelumnya sekitar 800 - 1000 penumpang berangkat dari stasiun jombang, dan ditahun ini sekitar 1500 penumpang," ujarnya. Senin (20/07/2015).
Saat disinggung ketersedian tiket tujuan jakarta dan bandung Radne mengatakan, persediaan tiket untuk tujuan Jakarta dan Bandung sudah habis dan baru akan tersedia pada 27 Juli 2015 mendatang.
"Untuk tiket kereta api Bisnis tujuan jakarta baru bisa dipesan 27 Juli mendatang begitu juga tujuan bandung. Bahkan untuk kereta api ekonomi dengan tujuan yang sama baru bisa dipesan pada 9 agustus 2015," imbuhnya.
Masih menurut radne, diprediksi lonjakan penumoang baru akan terjadi pada H+ 5 hingga H+7 lebaran."Karena pada senin 27 juli sudah mulai aktif sekolah jadi kemungkinan besar akan terjadi lonjakan penumpang saat weekend," pungkasnya.(ony)

 
.
Support : Tuhan Yang Maha Esa | .
Copyright © 2011. BeritaJombang.net | Portal Berita Jombang - ...
.. .. .. ..
..:p