mas darji template
Headlines News :

12 HAri Terkatung-katung, Jenazah TKI Jombang Akhirnya di Makamkan

Foto Ana Oktavia semasa hidup (foto : www.lensaindonesia.com)
Jombang - Jenazah Tenaga Kerja Indonesia Ana Oktavia (20)  asal Dusun Sumberbendo, Desa/Kecamatan Jogoroto, Jombang, yang bekerja di Malaysia dimakamkan, Senin (20/04/2015) di pemakaman Desa setempat. Setelah sempat tertahan di negeri jiran Malaysia selama dua belas hari. Hanya karena persoalan administrasi jenazah TKI  asal Jombang, Jawa Timur, terkatung-katung.
Kepala Dinsosnakertrans (Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi) Kabupaten Jombang, Heru Widjajanto, membenarkan jika pengurusan jenazah di Malaysia sedikit ada kendala. Hal tersebut dikarenakan persoalan administratif di Konsulat Jenderal (Konjen) di wilayah malaysia. Yakni, surat yang dikirim ke pihak Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia harus menunggu lagi dari pihak Konjen wilayah Kucing. Jadi, secara administratif harus menunggu turunnya surat yang sudah dilengkapi oleh pihak keluarga dan PJTKI yang dikirim sejak kabar meninggalnya almarhumah.
Heru menjelaskan, jika almarhumah termasuk TKI yang legal dalam bekerja di Malaysia. Almarhumah berangkat ke Malaysia melalui PJTKI PT Bangun Gunung Sari, dan bekerja di PT Plywood di Malaysia. Pihak pemerintah kabupaten mendapat surat tembusan dari PJTKI, berdasarkan surat tembusan Ana meninggal pada Rabu (8/4/2015) di rumah sakit Malaysia. Dan jenazah baru sampai di Jombang dini hari (20/04/2015) dan langsung dimakamkan oleh keluarga pagi harinya.
Ibu korban , Sri menuturkan, jika pihak keluarga sendiri sudah mengikhlaskan kepergian almarhumah, semoga diterimah disisiNYA. Karena almarhumah termasuk pekerja yang giat dan membantu perekonomian keluarga. Keluarga juga sudah menyerahkan administratif ke pihak PJTKI, untuk urusan asuransi dll, karena almarhumah berangkat bekerja secara resmi di Malaysia.
Heru menambahkan, jika secara administratif hak - haknya sudah dipenuhi termasuk untuk asuransi bulan depan baru bisa dicairkan. Pihak PJTKI juga sangat bertanggung jawab atas kepulangan korban dari Malaysia." Pungksanya. (oni/lw2)

Jombang Siap Gelar UN SMP/MTs

JOMBANG - Kabupaten Jombang siap melaksanakan Ujian Nasioan (UN) jenjang pendidikan menengah pertama yakni SMP/MTs, Whutso dan Paket B. Kesiapan tersebut seperti yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Muntholib terlihat dari seluruh koordinasi ditingkat panitia sudah dilakukan. Ditaranya alur pendistribusian soal UN yang menjadi sentral.

"Kalau tingkat SMA/SMK Sederajat terjadi kesalahan soal listening, itu merupakan kesalahan pusat," imbuhnya.

Sementara Polres Jombang dengan tegas siap memberikan pelayanan dan pengawalan dalam pendistribusian soal. Mulai di Provinsi hingga ke Kabupaten/Kota. Bahkan hingga menjaga kelayakan soal jangan sampai mengalami kerusakan selama perjalanan tersebut.

Hal ini disampaikan dalam pengukuhan dan penandatanganan pakta integritas pada hari Sabtu (19/4) di Aula SMA Negeri 3 Jombang antara Dinas Pendidikan, Kantor Kementrian Agama, Polres Jombang dan Panitia Pelaksana. (Lar)

Sejumlah panitia UN di Kabupaten Jombang

Pembunuh Pelajar SMKN 1 Jombang Tertangkap, Polres Gelar Reka Ulang

Pelaku MR melakukan reka ulang di lokasi kejadian (foto : Rony Suhartomo)



Jombang - Usai menangkap pelaku pembunuhan pelajar SMKN 1 Jombang, polisi langsung melakukan pengembangan. Petugas kemudian menggelandang pelaku, MR atau Muhammad Rosyid (18), ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) di dekat jembatan Dusun Sumberwinong, Kecamatan Jombang Kota guna menjalani rekonstruksi, Kamis (16/4/2015).

MR yang mengenakan kaos tahanan warna oranye datang ke lokasi dengan kawalan petugas. Warga Kecamatan Tembelang ini juga mengenakan penutup kepala. Kedatangan pelaku pembunuhan ini menyita perhatian masyarakat. Mereka berduyun-duyun untuk melihat lebih dekat cara pelaku menghabisi korban Afifudin Amirullah (17) secara sadis.

MR memerankan 25 adegan. Mulai keluar dari rumah, menghabisi korban, hingga menyembunyikan motor korban di rumah seorang teman. "Ada 25 adegan yang diperankan oleh pelaku," kata Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Harianto Rantesolu.

Harianto menjelaskan, dalam menghabisi korbannya, MR menggunakan sebilah pisau dengan panjang sekitar 14 sentimeter. Dia menikam korban secara membabi buta dengan pisau tersebut. Rinciannya, pada bagian punggung korban terdapat 11 tusukan sajam, kemudian bagian perut terdapat 4 tusukan. Bukan hanya itu, pada lengan kanan korban terdapat dua luka sayat, sedangkan lengan kiri satu sayatan.

"Selain itu juga terdapat luka sayat pada leher korban. Untuk motif pembunuhan, masih kita dalami," kata Harianto menambahkan.

Afifudin Amirullah, warga Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Jombang Kota ditemukan tewas di dekat jembatan Dusun Sumberwinong, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang Kota, Senin (13/4/2015) sekitar pukul 5.30 WIB. Saat ditemukan kondisi korban cukup mengenaskan, pada bagian leher terdapat luka sayat. Kemudian terdapat luka tusuk di bagian perut serta punggung (ony/lw2)

sumber : www.beritajatim.com

Buku Berbau ISIS Beredar di Sekolah Jombang

Jombang (beritajombang.net) - Buku PAI (Pendidikan Agama Islam) kelas XI yang berisi ajaran intolerasi dan radikalisme beredar di sejumlah sekolah di Kabupaten Jombang. Pada halaman 78 disebutkan, jika orang menyembah selain Allah atau non muslim boleh dibunuh. Ajaran itu tidak jauh beda dengan yang dipegang oleh jaringan ISIS.

Menyusupnya materi radikal itu tak urung membuat resah para guru agama. Salah satunya di SMA Negeri 1 Jombang. Sekolah tersebut menerima buku PAI kelas XI belum lama ini. Buku tersebut diterbitkan oleh MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). "Buku yang berisi lembar kerja itu juga sudah kita bagikan kepada siswa," ujar Mukani, guru PAI di SMA Negeri 1 Jombang, Kamis (19/3/2015).

Mukani menjelaskan, pada halaman 78 terdapat materi yang mengajarkan faham yang biasan dianut oleh kelompok garis keras seperti ISIS. Yakni boleh membunuh orang musyrik. Bukan itu saja, pada bagian lain juga terdapat materi yang mengarah intoleransi. Semisal mengharamkan tradisi yang selama ini berkembang di kalangan muslim Indonesia. Semisal soal tawasul dan syafaat itu yang memberi hanya Allah, bukan lainnya.

Mukani menambahkan, meski buku PAI itu menjadi kontroversi, namun pihak Dinas Pendidikan (Disdik) setempat belum melakukan langkah tegas. Yakni menarik buku PAI tersebut dari peredaran. "Karena belum ditarik oleh Disdik, maka kami tetap menggunakan buku PAI tersebut untuk mengajar. Namun demikian, untuk halaman 78 tetap kita hindari," ujar alumni Ponpes Seblak Kecamatan Diwek Jombang ini.

Mukani dan guru lainnya berharap, Disdik segera menarik buku PAI tersebut dari seluruh sekolah. Jika tidak, mereka khawatir materi tersebut menyesatkan dan menumbuhkan sikap intoleransi. "Minimal harus ada revisi pada halaman 78," ujarnya.Ony

Razia Swalayan di Jombang


Beberapa swalayan di Jombang, di razia oleh satpol PP karena masih tak berizin. Dari data verifikasi sejumlah 157 swalayan di Jombang masih belum mengantongi izin, Kamis sore (18/03/2015).
" Sejumlah swalayan seperti Alfamart dan Indomart maupun perseorangan, tetap kita beri peringatan untuk secepatnya mengurus perizinan. Sementara hari ini kita hanya konfirmasi pemilik dilapangan, apakah sudah melakukan proses perizinan atau belum. Dari data awal tim verifikator yang masuk kemaren, ada 157 toko swalayan yang masih belum melakukan izin." Kata Fahrudin Widodo, Kepala Satpol PP Jombang.
Ia menjelaskan, pemilik minimarket atau swalayan harus memiliki izin sesuai Perda seperti IPR (izin pemanfaatan ruang), izin gangguan atau HO, dan izin mendirikan bangunan jika semua itu lengkap baru kemudian di proses izin usaha toko modern.
"Sampai saat ini masih kita konfirmasi dan belum kita beri tindakan, dan kita lakukan langkah persuasif terhadap pengusaha toko modern yang belum berizin, supaya segera melakukan izin usaha toko modernnya sesuai peraturan daerah."tambahnya.
Razia tersebut dilakukan agar para pemilik toko modern patuh dan tertib terhadap aturan yang berlaku. Untuk sementara dalam razia dan konfirmasi dilapangan kita fokus di wilayah kota seperti di jalan Gubernur Suryo, dan RE Martadinata."Pungkasnya. Ony
 
Support : Tuhan Yang Maha Esa | .
Copyright © 2011. BeJoNet - ...
.. .. .. ..
..:p