Headlines News :
.

Ketua Pelaksana BPBD Jombang Wiku Birawa Turun Langsung ke Lokasi Kebakaran di Desa Tunggorono, Pastikan Bantuan Cepat Tersalurkan

Jombangberita.net - Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Wiku Birawa, turun langsung ke lokasi kebakaran yang melanda rumah warga di Dusun Karang Kletak, Desa Tunggorono, Kecamatan/Kabupaten Jombang, pada Selasa (7/10/2025) pagi.

Kebakaran hebat yang terjadi sekitar pukul 09.25 WIB tersebut menghanguskan rumah milik Miftakul Roikah (38). Api diduga berasal dari korsleting listrik di kamar tidur, yang kemudian dengan cepat membesar dan melahap bangunan utama rumah berukuran sekitar 7 x 10 meter.

“Begitu menerima laporan, kami langsung menerjunkan tim untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat. Selain itu, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik dan material bangunan untuk meringankan beban korban,” ujar Wiku Birawa di lokasi kejadian.

Wiku menjelaskan bahwa selain tim BPBD Jombang, proses penanganan kebakaran juga melibatkan Pos Damkar Jombang, Pusdalops PB, Polsek Kota, Agen Bencana BPBD Provinsi, perangkat desa setempat, serta warga sekitar. Ia mengapresiasi kerja sama cepat semua pihak dalam mengendalikan api agar tidak merembet ke rumah lain.

Menurut laporan petugas Pos Damkar Jombang, upaya pemadaman dimulai setelah laporan masuk pukul 09.45 WIB. Dua unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi, yakni fire pumper truck dan supply truck, yang tiba sekitar pukul 09.58 WIB. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 10.50 WIB.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp130 juta,” jelas Andrik Prasetyo, petugas Pos Damkar Jombang.

Selain meninjau langsung kondisi rumah yang terbakar, Ketua BPBD Wiku Birawa juga memastikan agar korban mendapat bantuan logistik dasar seperti makanan siap saji, selimut, peralatan dapur, serta bahan bangunan untuk tahap awal pemulihan.

“BPBD Jombang berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Kami terus mendorong warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak aman,” pungkas Wiku.

Jombang Jadi Sorotan: Brunei Darussalam Buka Peluang Investasi di Forum TJSL 2025


Beritajombang.net - Pendopo Kabupaten Jombang menjadi pusat perhatian setelah digelarnya Gathering Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) 2025 sekaligus Temu Investasi dengan Brunei Darussalam BIMP-EAGA Business Council.

Dalam acara ini, Bupati Jombang H. Warsubi menegaskan kesiapan Jombang menjadi titik temu antara budaya, industri, dan ekonomi. “Jombang strategis untuk investasi, memiliki 232 pondok pesantren, SDM unggul, serta kekayaan alam meski tanpa laut,” ujarnya

Bupati juga membuka peluang kerja sama pendidikan dan ekonomi dengan Brunei. “Kami berharap Brunei memberi kesempatan bagi pelajar Jombang menempuh pendidikan di sana,” tambahnya.

Kegiatan ini turut menandai penandatanganan kerja sama antara perusahaan lokal seperti Wahana Sejahtera Food dan Pangan Berkah Sejahtera, disaksikan langsung oleh Bupati Warsubi.

Brunei Darussalam melalui Pengiran Haji Haris bin Pengiran Haji Duraman menyambut baik potensi Jombang, terutama di sektor industri halal dan pendidikan. “Jombang memiliki potensi luar biasa yang bisa dikembangkan bersama,” ujarnya.


Forum ini juga memberikan penghargaan kepada dua perusahaan unggulan:

  • PT Maan Ghodaqo Shiddiq Lestari, atas pelaporan TJSL/CSR terbesar tahun 2024 senilai Rp672 juta.

  • PT Pei Hai International Wiratama, atas penyerapan tenaga kerja lokal terbanyak, yaitu 7.393 orang.

Warsubi menegaskan, pertumbuhan ekonomi Jombang yang stabil di kisaran 5,04–5,37% menunjukkan daya saing tinggi di atas rata-rata nasional. “Investasi menjadi prioritas utama untuk mendorong ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Melalui Forum TJSL 2025 ini, Jombang menegaskan posisinya sebagai daerah strategis investasi di Jawa Timur, sekaligus mengukuhkan visi “Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua.”

Bupati Jombang Dan Wakil Ketua DPRD Soroti Program MBG, Dorong Aktivasi Satgas, Cegah Kasus Keracunan Massal di Sekolah


Beritajombang.net - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto kini menjadi sorotan di Kabupaten Jombang. Bupati Warsubi bersama jajaran DPRD turun langsung ke sekolah memastikan program nasional ini berjalan maksimal.

Wakil Ketua DPRD II Jombang, Octadella Bilytha Permatasari, menegaskan perlunya segera mengaktifkan Satgas MBG yang sudah dibentuk melalui SK Bupati. Menurutnya, pengawasan distribusi makanan di sekolah sangat krusial untuk mencegah kasus keracunan massal siswa dan memastikan mutu gizi tetap terjaga.

“Satgas harus mengawasi kualitas gizi, keamanan pangan, distribusi hingga penanganan darurat jika ada kendala. Kalau distribusi terlambat atau higienitas kurang, risikonya bisa fatal,” tegas Octadella, 

Ia juga mendorong adanya uji laboratorium rutin, pelatihan petugas dapur, penggunaan cold chain untuk penyimpanan, hingga label kedaluwarsa yang jelas. Selain itu, DPRD mengusulkan adanya saluran aduan cepat via hotline dan WhatsApp agar masyarakat ikut mengawasi jalannya program.

Bupati Warsubi saat kunjungan kerja ke SMPN 1 Sumobito juga menekankan bahwa pendidikan tidak hanya soal kurikulum, tetapi juga kesehatan dan gizi siswa. Program MBG, kata dia, adalah wujud komitmen negara menghadirkan anak-anak Indonesia yang sehat dan siap belajar.

Dengan pengawasan ketat dan partisipasi masyarakat, Pemkab Jombang optimistis program unggulan Prabowo Subianto ini akan benar-benar bermanfaat dan bebas dari masalah keracunan massal di sekolah.



Evakuasi Penuh Haru Santri Ponpes Al Khoziny Meninggal dalam Posisi Sujud



Di tengah pilu runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo tim SAR menemukan pemandangan menggetarkan hati. Seorang santri meninggal dunia dievakuasi dalam kondisi sujud.

Korban meninggal yang masih diidentifikasi identitasnya ini ditemukan tepat di sebelah Syahlendra Haical (13) atau Haikal yang berhasil selamat.

Proses evakuasi korban runtuhan Ponpes Al Khoziny terus menghadirkan kisah haru. Dari tujuh orang yang berhasil dikeluarkan pada Rabu (1/10) malam, dua di antaranya ditemukan meninggal dunia. Salah satunya adalah korban tanpa identitas yang ditemukan dalam kondisi sujud di zona A1, dekat pintu masuk bangunan.

Direktur Operasi Basarnas sekaligus SAR Mission Coordinator, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menyebut, korban dalam kondisi sujud itu merupakan santri ke-12 yang berhasil dievakuasi. Ia ditemukan persis di sebelah Haikal.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Siti Hajar untuk diidentifikasi tim DVI Polda Jatim. Sementara Haikal yang dievakuasi setelahnya dalam keadaan hidup, langsung dirujuk ke RSUD Sidoarjo.

Yudhi Bramantyo sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) menjelaskan, korban meninggal tanpa identitas itu berhasil dikeluarkan dari reruntuhan bangunan sekitar pukul 14.42 WIB.

Awalnya, petugas hendak mengevakuasi Haikal, namun ternyata posisinya berdekatan dengan korban yang meninggal dunia sehingga ia harus dievakuasi terlebih dahulu.

"Sujud itu kan yang tadi (sore), itu yang hitam, yang sebelahan sama Haikal. Kita kan tadinya mau mengambil itu, karena tidak bisa harus lewat situ, Akhirnya kita tarik yang itu," ujar Bramantyo, Rabu (1/10/2025).

Tak lama berselang, pukul 15.22 WIB, petugas baru berhasil mengevakuasi Haikal selaku korban ke-13. Ia dinyatakan selamat.

"Sesudah kita evakuasi dalam kondisi selamat atau merah. Selanjutnya kita rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo," pungkas Bramantyo.


Bupati Warsubi Minta Disdikbud Telusuri Kasus Dugaan Pungli SDN Di Jombang


Dugaan adanya pungutan di SDN Gadingmangu 1, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendapat perhatian serius dari Bupati Jombang, Warsubi.

Bahkan, orang nomor satu di kota santri ini, sudah memerintahkan kepada kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Wor Windari untuk menindaklanjuti adanya dugaan pungli yang dikeluhkan wali murid tersebut.

Ya mas, terimakasih informasinya. Sekarang saya sudah memerintahkan Kepala Disdikbud untuk menindaklanjuti persoalan itu (dugaan pungli)," kata Abah Warsubi, Senin, 29 September 2025.

Tak hanya Bupati, persolan praktik dugaan pungli berkedok, di SD Negeri Gadingmangu 1 itu, juga mendapat perhatian serius dari wakil rakyat di gedung DPRD. Mereka melalui komisi D DPRD Jombang, berencana memanggil Disdikbud Jombang untuk meminta klarifikasi terkait persoalan tersebut.

Mereka melalui komisi D DPRD Jombang, berencana memanggil Disdikbud Jombang untuk meminta klarifikasi terkait persoalan tersebut.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jombang, Erna Kuswati, menegaskan pihaknya tidak ingin ada kebijakan sekolah yang membebani wali murid
Sekolah bisa membuat program, akan tetapi jangan sampai membebani wali murid lagi. Tentu ini juga harus dibicarakan dengan komite dan wali murid,” ujar Erna, Minggu 28 September 2025.

Ia menegaskan DPRD ingin memastikan setiap program sekolah selaras dengan aturan yang berlaku dan tidak menambah beban biaya bagi orang tua siswa.

Program pendidikan memang penting untuk menunjang peserta didik. Akan tetapi juga harus dilihat dari sisi wali murid. Jangan sampai program yang seharusnya baik justru menimbulkan masalah baru,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah wali murid SDN Gadingmangu 1 Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengeluhkan adanya program tambahan berupa les komputer yang dinilai memberatkan.

Program tersebut sempat ditawarkan pihak sekolah bekerja sama dengan lembaga pelatihan, namun akhirnya dibatalkan setelah mendapat sorotan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang.

Program les komputer itu ditujukan bagi siswa kelas 1 hingga 6 dengan biaya pendaftaran Rp10 ribu dan iuran bulanan Rp25 ribu. Dalam surat edaran tertanggal 28 Agustus 2025, orang tua diminta mengembalikan formulir pendaftaran paling lambat 26 September 2025.

Meski tidak secara tertulis bersifat wajib, dalam surat edaran disebutkan bahwa seluruh siswa diharapkan mengikuti program komputer.  Bahkan ada iming-iming hadiah satu unit komputer jika kerja sama dengan pihak ketiga berjalan selama tiga tahun.

Materi yang ditawarkan meliputi Microsoft Paint, Word, dan Excel. Halaman Selanjutnya ON salah satu wali murid mengaku keberatan dengan program tersebut karena kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih sulit.

ON salah satu wali murid mengaku keberatan dengan program tersebut karena kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih sulit.

Kalau menurut saya, dari edaran kok sepertinya kurang tepat. Kasihan keluarga yang mayoritas buruh tani dan pedagang pasar, apalagi di situasi ekonomi seperti sekarang,” katanya, Jumat 26 September 2025.

Menurutnya, siswa SD lebih membutuhkan pendidikan karakter dibandingkan tambahan les komputer. “Kalau kelas 4 ke atas boleh saja, tapi tidak perlu sampai ada les. Lagi pula ada ANBK, itu program pemerintah dan anggarannya sudah ada. Tidak boleh dibebankan ke wali murid,” ujarnya.

Ia menilai program tersebut berpotensi menjadi pungutan liar (pungli) karena sekolah dasar telah mendapatkan dana BOS. Meski sempat menyebar lewat edaran, program les komputer akhirnya dibatalkan. Pihak sekolah juga mengembalikan biaya pendaftaran yang sempat dibayarkan wali murid.

“Infonya, yang sudah terlanjur membayar uangnya dikembalikan,” tuturnya. Kepala SDN Gadingmangu 1, Trin Taqwani, saat dikonfirmasi, enggan berkomentar banyak.

Ia menyebut persoalan tersebut sudah ditangani oleh Disdikbud Jombang.

"Untuk persoalan itu jenengan (anda) tanyakan ke Dinas nggeh (ya)," ujarnya.


Ketua TP-PKK Jombang, Dampingi Sulton Penderita Jantung Bocor dan Stunting


Muhammad Sulton (7) duduk di teras rumahnya di Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Sabtu (27/9/2025). Dengan kaos kuning dan celana pendek gelap, ia sesekali menoleh pada kakaknya yang asyik bermain game di ponsel.

Saat Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, muncul dan menyapanya, mata Sulton langsung berbinar, dan senyum kecilnya muncul dengan malu-malu.

Sulton telah lama berjuang melawan jantung bocor bawaan dan stunting. Tapi hari itu terasa berbeda, ada banyak perhatian yang mengelilinginya, dari Bupati H. Warsubi, Wakil Bupati, jajaran RSUD Jombang, hingga pihak perusahaan tempat ibunya bekerja. Namun bagi Sulton, sentuhan paling hangat datang dari PKK Jombang.

“Melihat Sulton dan ibunya, hati saya tersentuh. Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk melihat, tapi untuk ikut memberi semangat. Kadang, sekadar bermain, bercakap, atau berbagi senyum bisa membuat hari mereka lebih ringan,” kata Yuliati sambil menepuk bahu Sulton

Ia kemudian mendudukkan Sulton di pangkuannya sembari sesekali bertanya games yang tengah dimainkan Sulton, sesekali tertawa bersama saat bocah itu memperlihatkan trik sederhana yang ia pelajari.

Ibu Sulton, Nur Azizah, menatap interaksi itu dengan mata berkaca-kaca. “Saya bersyukur sekali. Selama ini perusahaan saya, CV Wahana Sejahtera Food, membantu melunasi tunggakan BPJS sehingga Sulton bisa berobat. Hari ini, dengan perhatian Pemkab dan PKK, saya merasa lega. Anak saya tidak sendirian dalam perjuangannya untuk sembuh,” ujarnya.

PKK Jombang tidak hanya hadir untuk menemani secara emosional. Yuliati menekankan bahwa dukungan moral itu sama pentingnya dengan dukungan medis.

“Anak-anak seperti Sulton butuh semangat, bukan hanya obat. Kami ingin memastikan mereka tetap riang dan merasa didampingi,” ungkapnya.

Bupati Jombang, H. Warsubi menegaskan perhatian penuh Pemkab terhadap Sulton. “Anak ini memiliki kelainan jantung sejak lahir, dan kami akan memastikan ia mendapat perawatan terbaik, baik di RSUD Jombang maupun jika harus dirujuk ke rumah sakit di Surabaya. Semua proses administrasi dan biaya pengobatan ditanggung penuh,” jelasnya.

Selama kunjungan, Sulton sesekali tersenyum, sesekali penasaran mendengar percakapan orang dewasa di sekelilingnya. Sesekali Yuliati Nugrahani yang ditemani dengan Sekretaris PKK, Nikmatun Solihah mengajak Sulton berbincang.

Seperti yang disampaikan Yuliati, Nikmah menekankan bahwa, pendampingan PKK itu sistematis, PKK tidak hanya sekedar hadir tetapi secara berkelanjutan.

“Sesuai dengan tugas PKK, kami memastikan keluarga adik Sulton mendapat dukungan di setiap aspek mulai dari pola asuh, gizi, pendidikan, hingga perawatan medis,” ujar Nikmah, Sekretaris TP PKK Kabupaten Jombang.

“Setiap Pokja memiliki tugas spesifik, sehingga keluarga merasa didampingi secara utuh, bukan sebatas bantuan materi. Jadi Adik Sulton mau ya berobat Le… Semangat buat sembuh. Nanti ditemani mama ya le,” Yuliati meyakinkan bocah itu dengan lembut sembari mengelus kepalanya. Bocah itu tersenyum sekaligus mengangguk pelan.

“Kami ingin anak-anak tetap merasa ditemani, disemangati, meski sedang dalam perawatan. Nanti kami juga akan meminta bidan desa kader Posyandu juga memberikan makanan tambahan agar kualitas gizi adik ini bisa terpenuhi,” ujar Yuliati.

Nur Azizah merasa sangat terenyuh dan terbantu, sesekali dia mengusap air matanya karena menahan hari dan sesak yang selama ini ia rasakan.

Dukungan dari berbagai pihak termasuk perusahaan tempat dia bekerja sangat berarti banyak.

Wakil Ketua DPRD Dorong Aktivasi Satgas Program Makan Bergizi Gratis Antisipasi Kasus Keracunan Sekolah


Wakil Ketua DPRD II Kabupaten Jombang, Octadella Bilytha Permatasari, mendorong Pemkab Jombang untuk segera mengaktifkan Tim Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dorongan ini muncul menyusul pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi makanan di sekolah, guna mencegah kasus keracunan massal siswa dan memastikan kualitas gizi tetap terjaga.

Satgas MBG sebenarnya sudah dibentuk melalui SK Bupati Jombang Nomor 100.3.3.2/287/415.10.1.3/2025, namun hingga kini belum dioperasikan. Padahal, menurut Octadella, keberadaan satgas sangat vital untuk koordinasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan penerima manfaat.

“Program MBG adalah amanah Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan gizi anak Indonesia. Satgas harus segera diaktifkan agar pengawasan berjalan maksimal, mulai dari kualitas gizi, keamanan pangan, distribusi, hingga penanganan pasca-distribusi,” tegasnya, Selasa (1/10/2025).

Cegah Kasus Keracunan Sekolah dengan Kontrol Mutu Ketat

Octadella menekankan, program ini tidak hanya soal pemerataan gizi, tetapi juga keselamatan siswa dari risiko keracunan makanan. Karena itu, ia mendorong adanya uji laboratorium rutin, termasuk pemeriksaan mikrobiologi dan residu pada makanan.

Ia juga menyoroti perlunya pelatihan bagi petugas dapur, penggunaan cold chain untuk penyimpanan makanan, label kedaluwarsa yang jelas, serta mekanisme distribusi yang memastikan makanan sampai tepat waktu di sekolah.

“Kalau distribusi terlambat, makanan basi, atau higienitas kurang, risikonya bisa fatal. Satgas wajib menyiapkan SOP yang jelas agar hal ini tidak terjadi,” jelasnya.

Saluran Aduan Cepat: Hotline & WhatsApp

Selain pengawasan dari pemerintah, Octadella mendorong keterlibatan masyarakat melalui saluran aduan cepat seperti hotline dan WhatsApp. Ia juga menekankan pentingnya peran PKK, komite sekolah, dan orang tua dalam mengawasi jalannya program MBG.

“Dengan pengawasan menyeluruh dan partisipasi masyarakat, insyaAllah Program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberi manfaat nyata bagi anak-anak Jombang,” ujarnya.

Antisipasi Kendala di Lapangan

Octadella menegaskan, Satgas MBG juga harus menyiapkan skema darurat apabila terjadi kendala di lapangan.
“Jika ada kasus seperti keracunan massal, makanan basi, atau distribusi terlambat, tim satgas bisa langsung turun tangan secara cepat dan terkoordinasi,” pungkasnya.

Momen Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Jombang, Kejari dan Polres Teken MoU


Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Jombang. Di hari yang sarat makna kebangsaan tersebut, pemerintah daerah meneguhkan komitmen melawan korupsi dengan menggandeng Kejaksaan Negeri Jombang dan Polres Jombang melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) APIP–APH.

Langkah ini dinilai bukan sekadar seremoni, tetapi simbol keseriusan daerah dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam praktik pemerintahan, yakni keadilan, kejujuran, dan keberpihakan pada rakyat.

Bupati Jombang, H. Warsubi, menegaskan bahwa kerja sama lintas lembaga ini akan menjadi benteng bagi terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih bersih. “Pancasila mengajarkan kita untuk berlaku adil dan menjaga amanah rakyat. Melalui sinergi APIP–APH, pengawasan bisa lebih kuat, dan penegakan hukum lebih pasti,” ujarnya.

Kejari Jombang, Nul Albar, juga menekankan pentingnya sinergi ini di tengah ancaman korupsi yang disebutnya sebagai extra ordinary crime dengan dampak luas terhadap pembangunan daerah. Sementara Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, menegaskan MoU ini akan memastikan terciptanya iklim pemerintahan yang “adem ayem, rukun, dan menyejahterakan masyarakat.”

Penandatanganan MoU yang disaksikan langsung oleh jajaran pejabat daerah, camat, hingga kepala desa, menjadi penanda bahwa upaya pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab pusat, tetapi dimulai dari daerah.

Bagi masyarakat Jombang, kerja sama ini diharapkan tidak hanya sekadar menekan potensi penyalahgunaan wewenang, tetapi juga memberikan kepastian bahwa setiap rupiah anggaran daerah benar-benar digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Tak Kantongi Ijin PBG, Dua Pabrik Di Mojoagung Di Stop Satpol PP


Aksi Satpol PP Jombang menghentikan pembangunan dua pabrik di Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendadak jadi sorotan publik setelah rekamannya beredar di TikTok.

Dua pabrik itu resmi disegel karena belum mengantongi izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dari dinas terkait.

Plt Kepala Satpol PP Jombang, Purwanto, menegaskan penghentian dilakukan usai patroli gabungan bersama Dinas PUPR, Dishub termasuk DPMPTSP Jombang.

“Dari hasil patroli simpatik ditemukan aktivitas pekerja di lokasi. Karena belum ada izin PBG, maka aktivitas pembangunan kami hentikan sementara,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).

Tampak petugas memasang garis pembatas dan spanduk larangan di area proyek. Warganet ramai berkomentar, sebagian mendukung langkah tegas pemerintah daerah, sementara lainnya menyoroti dugaan lemahnya pengawasan sejak awal.

Purwanto menambahkan, Pemkab Jombang tetap menyambut baik investor, tetapi seluruh aturan wajib dipatuhi.
“Pada prinsipnya kami welcome kepada investor. Tapi harus patuh aturan, urus izin resmi di DPMPTSP Jombang. Tidak perlu pakai jasa calo,” tegasnya.

Satpol PP memastikan penghentian ini bersifat final sampai izin lengkap dipenuhi. Jika nantinya izin PBG ditolak karena tidak sesuai aturan teknis, maka pembangunan pabrik koper dan plastik di Mojoagung tidak bisa dilanjutkan.

Kasus Pneumonia Anak di Jombang Tembus 327 Anak, RSUD Ingatkan Waspada Gejala Awal


Kasus pneumonia anak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur masih menjadi perhatian serius. Terhitung sejak bulan Januari hingga September 2025, tercatat ada 327 anak dirawat di RSUD Jombang akibat penyakit infeksi saluran pernapasan tersebut.

Sepanjang bulan September saja, sebanyak 48 pasien anak menjalani perawatan intensif. 

Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran, menyebut tren kasus pneumonia anak masih tergolong tinggi.

“Jumlah kasus pneumonia anak yang dirawat di RSUD Jombang rata-rata 48 pasien per bulan. Hingga 25 September, masih ada delapan pasien yang menjalani perawatan,” katanya, Rabu 1 Oktober 2025.

Pihaknya mengaku untuk kasus pneumonia anak di Jombang fluktuatif sejak awal tahun. "Januari: 45 pasien. Februari: 60 pasien. Maret: 54 pasien. April: 33 pasien. Mei: 60 pasien. Juni: 60 pasien. Juli: 39 pasien. Agustus: 36 pasien dan September: 48 pasien," ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Pneumonia merupakan penyakit berbahaya yang menyerang paru-paru. 

"Gejala pneumonia pada anak antara lain, demam tinggi, batuk berdahak, sesak napas atau napas cepat, mengi (bunyi napas tidak normal), dan kelelahan atau aktivitas menurun," tuturnya.

Pudji menegaskan bahwa keterlambatan penanganan bisa berakibat fatal. Karena itu, orang tua harus waspada terhadap gejala awal.

Meski demikian, ia menyebut bahwa RSUD Jombang tengah menyiapkan sistem pelayanan pneumonia anak mulai dari diagnostik, perawatan suportif, hingga terapi obat. 

"Kita gunakan beberapa peralatanseperti, rontgen thoraks, laboratorium lengkap, pulse oximeter, nebulizer, ventilator, High Flow Nasal Cannula (HFNC), dan oksigen sentral," katanya.

Selain itu, obat pneumonia anak juga mencukupi. Pemantauan kondisi pasien dilakukan ketat, ditambah dengan edukasi orang tua mengenai tanda bahaya dan tindak lanjut pasca perawatan.

“Pelayanan kami tidak hanya berhenti di rumah sakit, tapi juga berlanjut ke rumah melalui pendampingan dan edukasi kepada orang tua,” ujar Pudji.

Pihaknya menegaskan edukasi orang tua menjadi kunci utama pencegahan pneumonia. 

Untuk itu ia mengingatkan agar orang tua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan bila mengalami gejala seperti demam tinggi, sesak napas, dan batuk tak kunjung reda.

“Pneumonia bisa berakibat fatal jika terlambat ditangani. Karena itu, orang tua harus lebih peka dan segera mencari penanganan medis,” tuturnya.

Program B2SA Dorong Pola Makan Sehat dan Bergizi Seimbang


Beritajombang.id - Di pendopo Balai Desa Pundong, Kecamatan Diwek, Rabu (10/9/2025), suasana begitu hidup. Acara edukasi pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) digelar khusus untuk dua sekolah lokus stunting, SDN Watugaluh 1 dan SDN Pundong.

Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran gizi dan membantu mencegah stunting pada anak-anak di desa yang masih memiliki angka stunting tinggi.

Camat Diwek, Agus Sholihuddin, membuka acara dengan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat, terutama kepada Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi. “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya pada Ibu Yuliati yang sudah hadir dan melaksanakan kegiatan edukasi serta pemberian makanan bergizi pada anak-anak di dua SD kecamatan Diwek ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi perkembangan fisik mereka,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Desa Watugaluh belum mampu menurunkan angka stunting selama tiga tahun terakhir, sehingga edukasi gizi seperti ini sangat penting.

Suasana semakin semarak saat Sudiro Setiono, Plt Dinas Ketahanan Pangan, mengajak anak-anak untuk berinteraksi. Anak-anak diminta memberikan yel-yel dan mendengarkan pengarahan tentang pentingnya memenuhi kebutuhan gizi setiap hari.

Puncak interaksi edukatif terjadi ketika Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi memimpin permainan tebak-tebakan yang membuat anak-anak bersuka cita. Ia memberi tebak-tebakan untuk anak-anak.

“Mana ya yang termasuk sumber pangan karbohidrat pengganti nasi? Mana yang termasuk sumber pangan protein?” Suara riang tawa dan tepuk tangan memenuhi ruangan setiap kali seorang peserta berhasil menjawab pertanyaan dengan benar. Para peserta pun mendapatkan hadiah kecil sebagai apresiasi, menambah semangat mereka untuk belajar.

Dalam kesempatan itu, Ibu Yuliati menjelaskan prinsip kebijakan Pangan B2SA. “Program ini bukan sekadar menyediakan makanan, tapi membangun pola makan yang sehat dan seimbang. Kita ingin anak-anak mengonsumsi berbagai jenis pangan dari sumber hewani dan nabati, memastikan gizi tercukupi, dan makanan yang dikonsumsi aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui Desa B2SA dan Rumah Pangan B2SA, masyarakat desa dapat belajar memanfaatkan pangan lokal seperti singkong, pisang, dan umbi-umbian untuk menu bergizi.

Program ini juga menekankan lima pilar penting: keanekaragaman pangan, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik, mempertahankan berat badan normal, dan mengonsumsi gizi seimbang.

Dengan dukungan pemerintah daerah, PKK, dan masyarakat, program ini menjadi ujung tombak dalam memperbaiki kualitas konsumsi pangan masyarakat dan membangun generasi yang sehat serta produktif.

Acara ditutup dengan senyum ceria anak-anak yang membawa pulang hadiah sambil meniru yel-yel edukatif. Suasana belajar yang penuh tawa ini menjadi bukti bahwa edukasi gizi tidak hanya mendidik, tetapi juga menyenangkan, sehingga pesan B2SA terserap dengan baik di hati generasi muda Diwek.

HKTI Jombang Siap Revolusi Pertanian: Petani Tak Lagi Sekadar Pemegang Cangkul


Berita Jombang net — Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jombang yang baru dilantik, Farid Kurniawan Aditama, menyatakan komitmennya untuk membawa wajah baru pertanian Jombang yang lebih maju, mandiri, dan bermartabat.

Dalam pernyataan usai pelantikannya di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jumat (25/7), Farid menyampaikan bahwa Ditemui usai dilantik sebagai ketua HKTI Jombang di Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Timur Surabaya, Farid menekankan bahwa pertanian Jombang tak lagi cukup digerakkan hanya dengan cangkul. Menurutnya, sudah saatnya pola pikir petani berubah.

“Hari ini, pertanian Jombang tak lagi cukup hanya digerakkan cangkul. Kita butuh keberanian untuk merombak pola pikir. Bahwa petani bukan sekadar pekerja lahan, tapi pengelola ekosistem pangan,” ujar Farid lantang.


Sebagai politisi muda dari Partai Gerindra, Farid membawa visi besar untuk menaikkan kelas petani di Jombang. Ia menyebutkan, HKTI di bawah kepemimpinannya akan berfokus pada transformasi digital pertanian, perluasan akses pasar, serta penguatan kedaulatan petani atas tanah dan hasil produksi mereka.

“Kita harus akhiri cerita lama: pupuk langka, harga panen anjlok, dan lahan yang tergadai. Sudah waktunya menulis babak baru: petani sejahtera, sawah lestari, dan Jombang swasembada pangan,” imbuhnya.


Farid juga menekankan pentingnya menggeser posisi petani dari yang selama ini kerap dipinggirkan, menjadi aktor utama dalam pembangunan pangan nasional. Menurutnya, petani harus tampil sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan dan inovasi teknologi hijau.

“Petani bukan lagi kelas dua. Di HKTI Jombang, kita pastikan petani berdiri di barisan depan. Mereka adalah pejuang pangan, pionir teknologi, dan penjaga kedaulatan tanah,” tegasnya.


Mengakhiri pernyataannya, Farid menyerukan gerakan bersama untuk memberdayakan petani agar tidak lagi menjadi penonton di negeri sendiri.

“Kita lah produsen, kita lah pengendali. Petani Jombang harus punya suara yang didengar, produk yang dihargai, dan masa depan yang diwariskan,” tutupnya.


Dengan semangat baru, HKTI Jombang di bawah kepemimpinan Farid bertekad menciptakan sistem pertanian yang tidak hanya kuat dari segi produksi, tetapi juga berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Bupati Warsubi Dorong Pembangunan 15 Ribu Rumah Layak Huni untuk Warga Miskin Jombang


Beritajombang.net-Bupati Jombang, H. Warsubi, terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada Selasa (22/7/2025), Bupati didampingi Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Kepala Dinas PUPR, melakukan audiensi ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Dalam audiensi tersebut, Bupati mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 18 ribu rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Jombang. Ia meminta dukungan penuh dari pemerintah pusat agar minimal 10 hingga 15 ribu unit bisa segera dibangun atau direhabilitasi, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

"Fokus kami adalah masyarakat miskin ekstrem dan keluarga dengan pendapatan terbawah 10 persen. Mereka sangat rentan dan butuh intervensi segera," tegas Bupati Warsubi.

Warsubi juga menambahkan bahwa kelompok kedua yang menjadi sasaran adalah rumah tangga miskin rentan yang masih bisa jatuh ke jurang kemiskinan ekstrem saat terjadi guncangan ekonomi. Oleh karena itu, bantuan sosial dan intervensi pembangunan rumah akan diarahkan untuk kelompok ini agar tidak kembali terpuruk.

“Rumah layak adalah fondasi utama kesejahteraan. Anak-anak bisa belajar dengan baik, kesehatan keluarga terjaga, dan produktivitas meningkat. Inilah bentuk nyata dari pembangunan manusia yang merata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Program RTLH di Kabupaten Jombang dirancang untuk mendukung visi daerah yang inklusif, sehat, dan layak huni. Dengan hunian yang layak, masyarakat akan memiliki ruang tumbuh yang lebih baik, sekaligus mempersempit kesenjangan sosial.

Bupati Warsubi berharap, melalui sinergi antara Pemkab Jombang dan pemerintah pusat, target pengentasan kemiskinan melalui pembangunan rumah layak huni dapat tercapai lebih cepat.

"Kami ingin Jombang menjadi daerah yang benar-benar memberi rasa aman dan nyaman bagi seluruh warganya. Dan itu dimulai dari rumah yang layak," pungkasnya.


Pemkab Jombang Gencarkan GEMARIKAN untuk Cegah Stunting dan Tingkatkan Gizi Masyarakat


Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) terus mengintensifkan upaya penanggulangan stunting dan peningkatan gizi masyarakat melalui program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN). Sosialisasi program ini digelar di halaman Pujasera Kaloka, Kecamatan Plandaan, pada Rabu, 23 Juli 2025.

Program ini menyasar 250 ibu hamil dan ibu dari balita stunting di 13 desa wilayah Plandaan, yang masuk dalam zona prioritas penanganan stunting. Sebagai bentuk dukungan, DKPP menyalurkan 750 kg ikan filet, di mana masing-masing penerima mendapat 3 kg.

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) sekaligus Ketua TP PKK Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, berharap program ini mampu mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya ikan sebagai asupan harian.

“GEMARIKAN adalah strategi kunci memperbaiki gizi anak dan menurunkan stunting. Harapannya, Plandaan bisa jadi wilayah bebas stunting,” pungkasnya.

Sebagai simbol dukungan, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan langsung paket ikan segar kepada para penerima manfaat. Pemkab Jombang optimis, melalui kolaborasi dan edukasi berkelanjutan, target penurunan stunting hingga 14% dapat tercapai tahun ini.


Plt. Kepala DKPP, Sudiro Setiono S.S, M.Si, menyebut GEMARIKAN bertujuan mendorong konsumsi ikan sejak dini sebagai solusi peningkatan gizi, penguatan ketahanan pangan, dan upaya konkret menurunkan angka stunting.

“Ikan adalah sumber protein hewani yang murah dan bergizi tinggi, sangat penting untuk tumbuh kembang anak,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si melalui Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Syaiful Anwar, S.T., M.E, menegaskan bahwa stunting adalah persoalan serius yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas SDM, bahkan bisa menurunkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 2–3% per tahun.

“Mengatasi stunting bukan hanya tugas pemerintah, tetapi butuh gerakan kolaboratif dari semua pihak,” tegasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya edukasi pola asuh dan pemberian asupan gizi yang tepat dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dimulai sejak kehamilan hingga usia anak dua tahun. Konsumsi ikan dinilai sebagai cara paling efektif karena kandungan omega-3 dan omega-6 yang sangat penting untuk perkembangan otak dan fisik.

Tingkat konsumsi ikan di Jombang juga mengalami peningkatan signifikan dari 39,33% pada 2023 menjadi 42,09% pada 2024. Capaian ini menunjukkan tren positif dari sosialisasi dan edukasi yang dilakukan pemerintah daerah.


Wanita Berjaket Hitam Bobol Empat Toko di Pasar Megaluh Jombang

BeritaJombang.net – Aksi pencurian kembali terjadi di Pasar Tradisional Megaluh, Jombang. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa siang (22/7/2025), saat suasana pasar mulai sepi dan sebagian besar lapak sudah tutup. Seorang wanita terekam kamera CCTV tengah membobol sejumlah toko dengan tenang dan terencana.

Berdasarkan rekaman CCTV milik salah satu kios, aksi pelaku berlangsung sekitar pukul 13.00 WIB. Dalam video berdurasi satu menit itu, tampak seorang perempuan mengenakan jaket hitam, celana jeans biru, berhijab, dan menggunakan masker. Ia terlihat mondar-mandir mencurigakan sebelum mulai mencongkel pintu toko menggunakan alat seperti linggis.

Dari hasil pantauan, setidaknya tiga toko dibobol dengan cara mencongkel pintu, sementara satu toko lainnya dibuka paksa menggunakan kunci rolling door. Keempat toko tersebut merupakan milik pedagang pakaian dan sembako yang memang tutup lebih awal.

“Pasar memang sudah mulai sepi, banyak yang pulang. Pelaku sepertinya tahu situasi dan memanfaatkannya. Kami baru tahu setelah pemilik toko melapor dan cek CCTV,” ujar, salah satu pedagang pasar.

Pihak kepolisian mengimbau para pedagang untuk lebih waspada, termasuk memasang kunci ganda dan CCTV di masing-masing toko. Sementara itu, kasus ini kini dalam penanganan Polsek Megaluh dan pelaku masih dalam pengejaran.

Warga berharap, pengamanan pasar bisa ditingkatkan terutama pada jam-jam rawan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Realisasi PBB-P2 Hampir 93 Persen, BPHTB Harus Digenjot Lewat Sinergi PPAT

Beritajombang.net — Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Jombang menembus 92,84 persen atau Rp 51,06 miliar dari target. Bupati Jombang, H. Warsubi, menegaskan capaian ini tidak boleh membuat lengah.

“Ini bukti kalau kepala desa, lurah, camat, dan Bapenda kerja serius. Tapi ingat, jangan berhenti di sini. Kita masih punya PR di BPHTB. Sinergi dengan PPAT mutlak diperlukan,” tegas Warsubi di Pendopo Kabupaten Jombang, Senin (21/7/2025).

Menurut Warsubi, pendapatan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) punya pengaruh besar ke kas daerah. 

"Kalau soal PBB-P2, saya apresiasi 227 desa dan 9 kecamatan yang lunas sebelum jatuh tempo. Tapi BPHTB ini sering bocor, rawan macet di administrasi. Saya minta PPAT tegas, lurah tegas, BPN tegas. Ini bukan urusan siapa yang paling berkuasa, tapi siapa yang mau membantu rakyat tertib administrasi,” kata Warsubi.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jombang, Hartono, menyebut sinergi antara Bapenda dan PPAT adalah kunci optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

“Banyak transaksi tanah tidak tercatat rapi. Padahal kalau tertib, BPHTB bisa jadi tulang punggung PAD setelah PBB-P2. Kami mendorong PPAT melaporkan data tepat waktu, valid, dan transparan. Tanpa itu, kebocoran terus terjadi,” tegas Hartono.

Untuk membantu warga, Pemkab Jombang juga sudah menyiapkan kebijakan keringanan. “Mulai 1 Agustus sampai akhir tahun, BPHTB dikurangi 35 persen, dendanya dihapus. Ini kemudahan, tapi harus diimbangi kejujuran,” imbuh Warsubi.

Warsubi menegaskan, seluruh pihak tetap menjaga integritas. “Kalau mau dipercaya rakyat, jangan main-main di proses administrasi tanah. Pajak lunas, pembangunan tuntas," tegasnya.

Bupati juga menekankan agar para pengembang perumahan segera pecah SPPT PBB-P2 per unit, sesuai sertifikat. 

“Kalau site plan dan SHGB sudah beres, jangan nunggu lama. Ini cara biar warga tidak kesulitan urus pajaknya. Kita mau bantu yang berpenghasilan rendah, bukan malah dipersulit,” tegasnya lagi.

Pemkab Jombang berharap, dengan tertibnya PBB-P2 dan BPHTB, target PAD bisa tercapai dan pelayanan ke masyarakat makin membaik. 

“Saya tidak mau lagi dengar ada warga dirugikan hanya karena proses peralihan tanah macet gara-gara pajak. Tertib administrasi, tertib bayar pajak, daerah untung, rakyat juga tenang,” ujar Warsubi.

Sebagai bentuk nyata keberpihakan pada warga berpenghasilan rendah, dalam kesempatan itu juga dilakukan prosesi penyerahan SKB (Surat Keterangan Bebas) Pajak untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

“Ini salah satu bukti nyata Pemkab Jombang peduli pada kepentingan masyarakat. Tidak hanya memungut pajak, tapi juga memberi keringanan dan solusi,” ujar Hartono.

Selang Sehari Korban Pendaki Asal Swiss, Pendaki Asal Belanda Kembali Jatuh Di Gunung Rinjani


Seorang pendaki wanita berinisial SVTH asal Belanda berhasil dievakuasi dengan selamat usai jatuh saat mendaki Gunung Rinjani pada Kamis, 17 Juli 2025.

Pendaki SVTH dikabarkan jatuh di jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak dan membutuhkan bantuan evakuasi.

Atas kejadian tersebut Kantor SAR Mataram, memberangkatkan Tim Rescue Pos SAR Kayangan berjumlah lima orang menggunakan truk personel lengkap dengan peralatan mountaineering, komunikasi, medis, dan pendukung lainnya.

Selanjutnya, Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi melakukan berkoordinasi dengan pihak SGi Air Bali dan Kepala Kantor SAR Denpasar untuk pengerahan helikopter.

“Helikopter milik SGi Air Bali lepas landas dari Bali pada pukul 15.45 WITA,” kata Hariyadi.

Tak lama berselang, pada pukul 16.41 WITA, helikopter berhasil mendarat di lokasi kejadian dan segera dilakukan proses evakuasi korban.

“Pada pukul 16.52 WITA, helikopter kembali lepas landas dari Gunung Rinjani membawa korban beserta seorang pendamping menuju Rumah Sakit BIMC Kuta, Denpasar-Bali,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Denpasar I Nyoman Sidakarya menerangkan, pada pukul 17.29 WITA, helikopter mendarat di helipad SGi Air Bali dengan membawa total lima orang, terdiri atas dua kru helikopter, satu dokter, korban, dan satu pendamping korban.

“Korban berhasil dievakuasi dengan selamat, selanjutnya langsung dibawa menuju Rumah Sakit BIMC menggunakan ambulans milik klinik Nusa Medica untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” Jelas I Nyoman Sidakarya.

Warsubi Resmi Dilantik Sebagai Wakil Bendahara APKASI 2025-2030



Berita Jombang.net — Bupati Jombang, H. Warsubi resmi menjabat Wakil Bendahara Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) periode 2025–2030. Pelantikan dilakukan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (17/7/2025).


Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya peran APKASI sebagai mitra strategis pemerintah pusat dalam menjembatani aspirasi dan kebutuhan masyarakat kabupaten. 


Ia juga mendorong seluruh pengurus untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik di daerah.


Ketua Umum APKASI terpilih, Bursah Zarnubi menegaskan peran asosiasi ini sangat krusial, mengingat lebih dari 60% pelaksanaan pembangunan nasional berada di wilayah kabupaten.


“APKASI harus menjadi penghubung yang konkret agar pembangunan di tingkat daerah benar-benar efektif dan tepat sasaran,” kata Bursah.


Sementara itu, usai dilantik, Warsubi menekankan pentingnya pengelolaan anggaran daerah yang transparan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. 


Ia berharap peran APKASI ke depan tidak hanya sebatas forum koordinasi saja, tetapi benar-benar dapat mendorong daerah membuka peluang pendapatan baru, menyederhanakan birokrasi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.


“Kita punya tanggung jawab bersama untuk memastikan anggaran daerah dikelola dengan baik dan tepat sasaran. Daerah memerlukan dukungan nyata agar Pendapatan Asli Daerah dapat dioptimalkan melalui BUMD yang sehat, perizinan yang mudah, serta iklim investasi yang mendukung peran swasta. Hal ini perlu menjadi perhatian dan komitmen bersama di APKASI,” katanya.


Warsubi juga menyoroti perlunya forum khusus untuk mengurai persoalan kewenangan daerah yang kerap terhambat aturan di level provinsi atau pusat. Ia mendukung langkah Mendagri yang siap membuka ruang diskusi lintas kementerian demi solusi konkret.


“Sebagai pengurus, saya berharap APKASI bukan hanya jadi wadah diskusi, tetapi juga menghasilkan langkah nyata. Aspirasi daerah harus benar-benar tersampaikan dan ditindaklanjuti,” pungkasnya.


Dalam acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut, turut hadir Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Desa Yandri Susanto, serta kepala daerah dari seluruh Indonesia.

SAKA JATIM BANK INDONESIA 2025, Bank Indonesia Kobarkan Mantra Asta Cita Wujudkan Petani Handal


BeritaJombang.net - Setelah melalui serangkaian proses seleksi administrasi dan wawancara akhirnya Kabupaten Jombang meloloskan tiga klaster komoditas untuk mendapatkan pembinaan dari Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur. Klaster padi diwakili Regu Pengendali Hama (RPH) Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito. Klaster jagung diwakili oleh Poktan Murong Santren, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto dan Klaster Kopi diwakili Koperasi Produsen Kopi Wonosalam.

SAKA JATIM atau Sarana Akselerasi Klaster Agribisnis Jawa Timur. Merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia Wilayah Jawa Timur bertujuan mewujudkan petani handal yang memiliki orientasi bisnis. Petani yang memiliki manajemen kelembagaan yang baik serta  turut berperan mengembangkan potensi sumberdaya pertanian di wilayah. 

Program Saka  Jatim 2025, juga merupakan upaya Bank Indonesia  dalam menjaga stabilitas harga yakni dengan upaya pengembangan klaster yang mendukung Ketahanan pangan, pengembangan komoditas berorientasi ekspor serta pengembangan komoditas yang rentan mengalami fluktuasi atau naik turun harga dan berpengaruh pada perekonomian masyarakat.  

“Tentu kami menyambut program ini dengan sangat antusias, Apalagi kegiatan ini dilaksanakan oleh lembaga yang sangat kredibel yaitu Bank Indonesia. Ini adalah kesempatan bagi keluarga besar Dinas Pertanian Kabupaten Jombang untuk menyajikan kelompok-kelompok yang selama ini dibina oleh Dinas bersama para petugas di lapangan. Saya selalu tekankan pada semua petugas, kegiatan seperti ini harus kita ikuti dengan sungguh-sungguh. Kita upayakan yang terbaik karena inilah kesempatan kita untuk menunjukkan hasil kinerja kita sekaligus mendapatkan hal-hal positif dari kegiatan penilaian” kata Moch. Rony kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.

Loloskan Dua Klaster pangan dan satu klaster perkebunan.
RPH (Regu Pengendali Hama) Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito saat ini telah masuk 2 besar hasil penilaian Saka Jatim 2025 Bank Indonesia jawa Timur untuk klister padi. RPH Kendalsari sendiri sudah ditetapkan oleh Kepala Dinas Pertanian sebagai RPH Model Kabupaten Jombang.

Para petani Desa Kendalsari dulunya pernah mengalami cekaman hama tikus. Selama tiga tahun para petani kendalsari selalu mengalami gagal panen. Sejak tahun 2020, 2021, 2022 tanaman padi, jagung dan cabe yang biasa ditanam para petani selalu ludes oleh serangan hama tikus. 

Awal tahun 2023 Dinas Pertanian bersama petani didukung seluruh komponen masyarakat didampingi oleh PPL-POPT dan pemerintah desa melakukan gerakan pengendalian hama tikus secara terpadu. Hasilnya, musim panen padi pertama tahun 2023 petani sudah bisa menikmati hasil panen. Hama tikus yang mencekam para petani Desa kendalsari bisa dikendalikan. 

Tidak berhenti hanya pada upaya pengendalian hama. Dengan Pendampingan dari petugas, petani Kendalsari mulai meningkatkan kualitas budidaya. Yaitu melakukan praktek budidaya ramah lingkungan dengan kegiatan Budidaya Tanaman Sehat. Budidaya tanaman yang mengutamakan pemakaian bahan alami dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal. Pupuk organik, pestisida nabati dan agen hayati dibuat sendiri untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman sehat di desa Kendalsari. Biaya lebih hemat, produksi meningkat. 

Partisipasi dan kebersamaan adalah kunci sukses untuk mendukung keberlanjutan kegiatan di RPH Desa Kendalsari. “Saya sangat mendukung kegiatan RPH, Pemerintah Desa sudah mengalokasikan Dana Desa untuk mendukung RPH Kendalsari. Tahun 2025 ini kita usahakan RPH sebagai mitra Bumdes Kendalsari untuk menjalankan kegiatan usaha ketahanan pangan, memproduksi agen hayati dan pupuk organik, “ kata Mulyadi kepala Desa kendalsari. 

“Kami siap untuk meneruskan dan mengembangkan kegiatan RPH Kendalsari baik gerakan pengendalian maupun pengembangan Budidaya Tanaman Sehat. Kemandirian. Itu menjadi tekad kami, “ terang Ikhwan Effendi salah satu pengurus RPH Kendalsari. 

Sementara itu klaster jagung diwakili oleh Poktan Murong Santren, Desa Mayangan, Kecamatan Jogoroto. Dari upaya yang dilakukan oleh para petani Poktan Murong santren produktifitas jagung bisa ditingkatkan. Tidak hanya mengandalkan budidaya jagung, hasil panen jagung juga diolah menjadi beberapa produk olahan. Baik dilakukan  oleh kelompok wanita tani maupun warga Murong Santren. Menjadi tekad kelompoktani Murong Santren adalah mewujudkan kegiatan agribisnis jagung yang lebih baik. Ini didukung oleh pemerintah desa bersama jajarannya dan para tokoh masyarakat.

Zaki pengurus Poktan menyampaikan, para petani selain melakukan budidaya pertanian juga banyak yang beternak baik kambing dann sapi. Ini karena bahan pangan yang melimpah salah satunya dari ampas tahu. Ada potensi besar yang belum kita manfaatkan yaitu limbah ternak. Meski petani sudah menggunakannya untuk pupuk organik namun masih ala kadarnya, “kedepan akan kita kelola dengan lebih baik pemanfaatan limbah ternak untuk mendukung budidaya pertanian, harapan saya program dari Bank Indonesia nantinya bisa mendukung pemanfaatan limbah ternak untuk pertanian, “katanya.

Selain limbah ternak, potensi yang ada di Desa Mayangan adalah pemanfaatan limbah tahu. Selama ini ada limbah cair tahu yang belum bisa dimanfaatkan. “Saat ini sedang dilakukan kerjasama antara paguyuban pengrajin tahu dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang untuk membuat IPAL limbah tahu dan memanfaatkan limbah tahu menjadi pupuk cair, “ kata Imam Subki pengurus paguyuban pengrajin tahu.

Komitmen para petani Murong Santren sangat kuat untuk memperbaiki pola budidaya pertanian sekaligus memanfaatkan potensi yang ada. Kegiatan Budidaya Pertanian, UMKM pengolahan jagung, peternakan, kawasan industri tahu bisa menjadi usaha yang saling mendukung. Para tokoh petani, tokoh UMKM, perangkat desa dan petugas pertanian sepakat untuk menjadikannya sebagai satu kesatuan kegiatan agribisnis.

Selain dua klaster pangan, satu lagi yang juga mendapatkan pembinaan dari Bank Indonesia adalah klaster kopi. Diwakili oleh Koperasi Produsen Kopi Wonosalam. Sebagaimana diketahui Wonosalam memiliki ciri khas kopi ekselsa. Kopi dengan cita rasa khas tersendiri. Berbagai kegiatan produksi dan pemasaran telah diikuti oleh Koperasi Produsen Kopi Wonosalam semakin mengangkat citra produk Kopi Wonosalam.

RPH Kendalsari, Poktan Murong santren Dan Koperasi Produsen Wonosalam akan segera mengikuti pembinaan oleh Bank Indonesia. Dilatih bagaimana berbudidaya yang baik, ramah lingkungan, mengelola lembaga yang baik termasuk bagaimana melakukan diversifikasi produk pertanian. 

“Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut membina klister-klaster komoditas Kabupaten Jombang. Para petugas lapangan dan Pemerintah Desa. Ucapan terimakasih kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan kesempatan kepada Kabupaten Jombang ikut berpartisipasi. Harapan kami akan ada pembinaan dan dukungan lebih lanjut dari Bank Indonesia. Apalagi tujuan Saka Jatim sejalan dengan apa yang menjadi program pemerintah kabupaten Jombang. Inovasi teknologi, peningkatan produktifitas, pertanian ramah lingkungan, hilirisasi, penguatan kelembagaan dan peningkatan SDM pertanian.  Kami siap support penuh sebagai upaya untuk mewujudkan semangat kerja Abah Bupati Jombang yaitu Kolaborasi Bersama Mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera melalui Asta Cita, “ pungkas Ir. Moch Rony, MM Kepala Dinas pertanian kabupaten Jombang.

Skandal Perumda Panglungan, Mantan Pimpinan BPR UMKM Jatim Jombang Jadi Tersangka!


Jombang — Kasus dugaan korupsi dana bergulir untuk pengadaan bibit porang di tubuh Perumda Panglungan Jombang terus menyeret nama-nama baru. Terbaru, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang menetapkan Ponco Mardi Utomo, mantan Pimpinan BPR UMKM Jawa Timur Cabang Jombang (periode 2019–2022), sebagai tersangka kedua dalam kasus yang tengah jadi sorotan publik ini.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan bahwa Ponco memproses kredit untuk Perumda Panglungan meski perusahaan daerah tersebut tidak memenuhi syarat sebagai penerima pinjaman. Kredit tetap dicairkan tanpa survei lapangan dan analisis kelayakan yang semestinya.

“Perumda Panglungan tetap difasilitasi meski tidak layak. Manipulasi jelas ada,” tegas Ananto Tri Sudibyo, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jombang, Kamis (17/7/2025).

Tak hanya dianggap lalai secara administratif, Ponco juga dinilai berperan memperkaya pihak lain dan menyebabkan potensi kerugian negara, sehingga dijerat dengan pasal berlapis: Pasal 2 Jo Pasal 18 Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP, subsider Pasal 3 dengan ancaman hukuman lebih dari 9 tahun penjara.

Sebelumnya, kejaksaan telah lebih dulu menetapkan Tjahja Fadjari, mantan Direktur Perumda Panglungan, sebagai tersangka utama. Dana kredit yang seharusnya digunakan untuk membeli bibit porang justru dipakai untuk membayar utang pribadi dan keperluan tidak sah lainnya.

Skandal ini memukul kredibilitas program pemberdayaan ekonomi daerah yang semestinya menyejahterakan rakyat, bukan justru menjadi ladang bancakan elit lokal.

Kejari Jombang menegaskan pihaknya kini fokus pada upaya pengembalian kerugian negara, sembari membuka kemungkinan penetapan tersangka lainnya.

“Kami mendorong itikad baik untuk mengembalikan kerugian. Jumlah pastinya akan kami rilis nanti,” pungkas Ananto.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kelalaian aparatur bukan sekadar kesalahan prosedural, tapi bisa berubah menjadi alat kejahatan sistemik bila dilakukan demi meloloskan kepentingan kelompok tertentu.

 

.

.

.

.
Support : Tuhan Yang Maha Esa | .
Copyright © 2011. BeritaJombang.net | Portal Berita Jombang - ...
.. .. .. ..
..:p